Showing posts with label JNE. Show all posts
Showing posts with label JNE. Show all posts

Thursday, March 21, 2019

Fasilitas Baru JNE Online Booking di Tokopedia

Lama sudah penulis tidak melakukan update artikel di blog ini, kali ini kami hanya ingin menulis pengalaman kami sebagai penjual di tokopedia. Kian hari peningkatan fasilitas yang diberikan tokopedia kepada penjual makin meningkat. Berbagai fasilitas diberikan hanya untuk memberikan kenyamanan dan kecepatan pelayanan customer.

Kali ini penulis menemukan fitur baru yang diciptakan oleh tokopedia berkaitan dengan pengirimaN barang kepada customer, yaitu JNE Online Booking (JOB). Apa sih sebenarnya JOB?
Penjual kini tidak perlu memasukkan nomor resi secara manual saat melakukan pengiriman barang. Cukup membawa kode booking yang diterima saat pesanan masuk ke agen JNE. Nantinya, nomor resi akan masuk secara otomatis ke akun penjual dan pembeli.

Cara menggunakan cukup sederhana, tinggal mengikuti langkah-langkah berikut ini:
Saat ini, Anda Hanya bisa menggunakan fitur JOB di Tokopedia versi dekstop. Untuk menggunakan fitur JOB:
  1. Terima pesanan.
  2. Klik ikon
  3. Pilih Konfirmasi Pengiriman di menu Penjualan.
  4. Klik pada kolom pesanan.
     
  5. Tempelkan kode booking yang sudah di-print pada paket.
  6. Di agen JNE, minta petugas untuk memindai barcode kode booking.
  7. Nomor resi akan masuk secara otomatis ke akun penjual dan pembeli.
Dengan fasilitas ini, penjual sangat diuntungkan karena tidak perlu repot lagi menginput kode resi secara manual, tinggal meminta agen JNE untuk menscan barcode yang kita terima dari tokopedia, sehingga nomer resi yang kita terima otomatis masuk ke penjual dan pembeli. Hal ini terkesan sederhana dan simple tetapi dapat mempercepat pelayanan kami kepada customer.

Terima kasih buat team IT tokopedia yang selalu berinovatif demi kemajuan para pengguna tokopedia.

Artikel terkait bisa dilihat disini

Thursday, October 9, 2014

Cara Menghitung Biaya Paket Berdasarkan Volume

Rumus Paket berdasarkan Volume
Bagi rekan-rekan yang biasa kirim paket melalui JNE, Pos Indonesia, RPX, dll tentunya artikel ini cuma bakal jadi bahan tertawaan, tetapi mungkin ini sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis online yang masih seusia jagung. Ini kisah sebenarnya kisah nyata tapi seperti fiktif dalam artikel ini.... "bingung toooo piye kui maksude".

Awalnya tentu orang bakal terperangah kalo melihat biaya kirim sebuah kotak berisi "kripik tempe" yang fenomenal seberat 1,25  kg bisa dihitung seberat 3 kg,  "mikir-mikir" kata cak lontong. Trus cara menghitungnya gimana coba, bisa bangkrut kalo begini caranya. Masak jualan gak untung malah rugi, masih resiko "remuk" lagi.

Itu sedikit cerita yang mungkin bisa dijadiin pelajaran buat para pembaca semua, so gak bakalan ngalami kejadian yang kayak gitu. Sok... aja lagi!!!! Biar gak pusing baca artikelnya langsung aja kita ke "TKP" penghitungan paket berdasarkan volume. Begini rumus/pakem yang biasanya digunain oleh para pengusaha pengiriman barang "mohon dikoreksi jika salah ya gan...!"

Misal:
Ada paket terbungkus dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 20 cm. Dengan asumsi beratnya terlalu ringan tetapi memakan tempat yang luas maka paket itu akan dihitung dengan harga berdasarkan Volumenya.
= (panjang x lebar x tinggi) : 6.000
= (50 x 40 x 20) : 6.000
= 40.000 : 6.000
= 6,67 dibulatkan menjadi 7

sehingga kalo tarif ongkos kirim per kg = 12.000, maka biaya kirim paket tersebut 7 x 12.000 = 84.000.

Semoga saja rekan-rekan faham dengan penjelasan di atas, jika tidak faham berdoa aja sama Alloh untuk diberi kemudahan dalam memahaminya, makasih..... maaf cuma bercanda

Pengunjung Blog