Thursday, October 9, 2014

Cara Menghitung Biaya Paket Berdasarkan Volume

Rumus Paket berdasarkan Volume
Bagi rekan-rekan yang biasa kirim paket melalui JNE, Pos Indonesia, RPX, dll tentunya artikel ini cuma bakal jadi bahan tertawaan, tetapi mungkin ini sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis online yang masih seusia jagung. Ini kisah sebenarnya kisah nyata tapi seperti fiktif dalam artikel ini.... "bingung toooo piye kui maksude".

Awalnya tentu orang bakal terperangah kalo melihat biaya kirim sebuah kotak berisi "kripik tempe" yang fenomenal seberat 1,25  kg bisa dihitung seberat 3 kg,  "mikir-mikir" kata cak lontong. Trus cara menghitungnya gimana coba, bisa bangkrut kalo begini caranya. Masak jualan gak untung malah rugi, masih resiko "remuk" lagi.

Itu sedikit cerita yang mungkin bisa dijadiin pelajaran buat para pembaca semua, so gak bakalan ngalami kejadian yang kayak gitu. Sok... aja lagi!!!! Biar gak pusing baca artikelnya langsung aja kita ke "TKP" penghitungan paket berdasarkan volume. Begini rumus/pakem yang biasanya digunain oleh para pengusaha pengiriman barang "mohon dikoreksi jika salah ya gan...!"

Misal:
Ada paket terbungkus dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 20 cm. Dengan asumsi beratnya terlalu ringan tetapi memakan tempat yang luas maka paket itu akan dihitung dengan harga berdasarkan Volumenya.
= (panjang x lebar x tinggi) : 6.000
= (50 x 40 x 20) : 6.000
= 40.000 : 6.000
= 6,67 dibulatkan menjadi 7

sehingga kalo tarif ongkos kirim per kg = 12.000, maka biaya kirim paket tersebut 7 x 12.000 = 84.000.

Semoga saja rekan-rekan faham dengan penjelasan di atas, jika tidak faham berdoa aja sama Alloh untuk diberi kemudahan dalam memahaminya, makasih..... maaf cuma bercanda

Thursday, July 17, 2014

Device Manager Ngeblank, so what gitu loh...

Device Manager Ngeblank
Kali ini penulis dapat pengalaman baru, ada komputer dari cabang yang gak bisa masuk windows. Pada saat udah login tombol start ditunggu-tunggu gak tampil-tampil, di restart juga gak bisa, tapi begitu masuk safe mode, windows berjalan lancar.

Saya coba merubah msconfig, pilih diagnostic startup kemudian apply trus klik ok dan direstart. Langkah itu ternyata tidak jadi solusi, tetap aja gak bisa masuk windows dengan sempurna alias tombol start tetap gak bisa tampil.

Anehnya saat saya cek di device manager tidak ada satu device pun yang tampil alias kosong/ngeblank, tanya sana-sini gak dapat pencerahan, akhirnya kepaksa deh tanya mbah google. Dengan mengetik kata kunci device manager tidak tampil keluarlah sebuah pencerahan yang maha dahsyat (ha.... ha... ha.... ).

By the way, tau cara cek device manager gak. Klo belum tau bisa ikuti langkah berikut:
1. Klik Start, Control Panel,
2. Kemudian double klik System,
3. Pilih Device Manager
4. Eng... Ing... Eng.... gak da device tampil disitu (seperti gambar).

Sebentar meeting dulu.... nulisnya dilanjut nanti...

Administrative Tools
Kemarin nyampe mana ya kok aku lupa materinya, baca dulu ah....

Tuk menampilkan kembali device manager, ikuti langkah berikut:
1. Klik Start, Control Panel,
2. Pilih & klik Administrative Tools,
3. Double klik Service,
4. di layar akan muncul menu service, cari dan double klik Plug and Play Properties










Plug and Play Properties
5. Lihat gambar di samping
6. Rubah Startup type dari Disable menjadi Automatic.
7. Akhiri dengan menekan tombol Start.

Selamat mencoba, semoga berhasil.....

Tuesday, May 20, 2014

EPSON L120: Penerus Generasi L100 & L110 Ink Tank System Printer

Permintaan yang makin banyak dari user untuk penggunaan Ink Tank System Printer telah mengetuk produsen printer ternama EPSON untuk selalu melakukan inovasi sesuai dengan keinginan pasar. Pada printer EPSON seri sebelumnya kebanyakan dimodifikasi oleh pemakai sehingga tidak sering mengisi tinta dengan teknologi CISS (Continoues Infus System) maupun MCISS (Manual Continoues Ink System).

Perbedaan CISS dan MCISS hanya terletak pada pemakaian selang penghubung tabung tinta dengan Ink Tank. Kalau CISS menggunakan selang sebagai sarana untuk menyalurkan tinta dari tabung tetapi MCISS hanya menggunakan Ink Tank yang disertai dengan autoresetter sehingga inktank masih dapat diisi kembali saat kehabisan tinta.

Tren yang terjadi di pasar tersebut membuat produsen printer EPSON mengubah printer mereka dengan melengkapinya dengan CISS yang sering disebut di EPSON sebagai Ink Tank System Printer. Seri pertama muncul dengan kode seri L100 kemudian disusul dengan seri berikutnya L110 dan pertengahan Mei 2014 EPSON merilis printer penerusnya dengan nama L120

EPSON mengklaim produk ini sebagai printer yang lebih kecil dan lebih cepat meski tetap menjaga keefisiensian penggunaan tinta, printer yang memakai tinta original tetapi dengan biaya yang relatif murah/rendah. Tabung yang dipasang di samping printer terlihat mungil dan elegan membuat penampilan tinter ini cukup menarik dibanding seri-seri sebelumnya.

Produsen mengklaim bahwa printer ini dapat mencetak 4.000 lembar (hitam) dan 6.000 lembar (warna), tetapi sampai penulis memposting artikel ini belum ada printer A3 dengan ink tank system printer yang diproduksi oleh EPSON. Printer EPSON L series menurut penulis masih berkutat diukuran A4, hal ini dimungkin karena ukuran tersebut yang sering dipakai oleh user.

Produk L120 ini dibandrol dengan harga Rp. 1.650.000.

Pengunjung Blog