Thursday, March 12, 2009

Bagaimana Mengenal OpenOffice

Tiada kata tidak bisa kalo kita mau belajar, demikian mungkin ungkapan yang pas untuk mengenalkan OpenOffice. Perlu kita ketahui bersama bahwa OpenOffice sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Microsoft Office.

Perbedaan sebenarnya hanya di lisensi, Microsoft Office merupakan software berbayar sedangkan OpenOffice merupakan software public lisence alias gratisan gitu lo.... Tatkala kita tidak mau belajar hal baru yang lebih "legal" saat itulah kita terbelenggu dengan ketergantungan akan Microsoft Office. Kapankah hal ini akan berakhir? mungkin itu pertanyaan kita.

Kalo boleh meminjam kata-kata bijak 'AA Gym, "mulai dari diri sendiri", "mulai dari hal yang kecil", "mulai saat ini". Taatkala kita udah berprinsip seperti itu maka tanpa kita sadari telah membuat trobosan baru alias merubah suatu kebiasaan "harus pakai Microsoft Office menjadi Go Open Office".

Anda ingin mengenal OpenOffice? Download OpenOffice!!Technorati Tags: , , , , , ,

Tuesday, February 24, 2009

Joomla! Programming

Hare gini gak bisa pemrograman joomla!?

Siapa sih yang gak kenal Joomla! Jangan ngaku web master jika belum kenal dengan CMS terpopuler ini. Prediksi banyak orang, CMS masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan. Mengapa demikian?

Hal ini dikarenakan CMS menawarkan fungsi-fungsi fleksibilitas yang luar biasa. Dengan fitur-fitur yang dimiliki, CMS mampu menarik pengguna dari berbagai kalangan. Mulai dari yang sekedar pingin punya web namun buta pemrograman sampai programmer kelas dunia. Anda bisa menyaksikan situs-situs perusahaan terkenal dibangun menggunakan Joomla. Anda pingin download softwarenya silahkan klik Joomla!

Perlu Anda ketahui bahwa Joomla juga merupakan OpenSource, GPL
Technorati Tags: , , , , , ,

Tuesday, February 17, 2009

OpenOffice, akankah dapat menggantikan Microsoft Office

Pepatah mengatakan "Tak Kenal Maka Tak Sayang" itu mungkin ungkapan pantas kita berikan pada OpenOffice. Kecenderungan bangsa kita itu susah menerima hal yang baru, terutama kalo harus mengganti sesuatu yang telah lazim dipakai dengan sesuatu yang perlu belajar untuk memakainya. Demikian juga OpenOffice belum bisa diterima oleh bangsa kita yang tercinta. Kita malah lebih bangga dengan julukan "Pembajak" daripada sesuatu yang legal tapi harus belajar.

Sayang sungguh sayang apabila bangsa yang katanya besar ini harus mendapat julukan si raja bajak. Trus apa solusinya? Itu mungkin pertanyaan Anda. Tatkala kita tidak pernah mengenalkan OpenOffice ke anak cucu kita, maka tidak akan pernah mereka akan mengenal dan menyayangi OpenOffice.

Mari kita dukung program pemerintah IGOS "Indonesia Go OpenSource". Janganlah takut untuk mencobanya karena OpenOffice serta OpenSource lainnya telah menunggu untuk dikenal, ingat masa depan bangsa kita ditangan anak cucu kita. Jangan biarkan mereka menjadi seorang yang ahli, tetapi ahli dalam hal pembajakan.Technorati Tags: , , , , , ,

Pengunjung Blog