Cara Menghitung Biaya Paket Berdasarkan Volume

Rumus Paket berdasarkan Volume
Bagi rekan-rekan yang biasa kirim paket melalui JNE, Pos Indonesia, RPX, dll tentunya artikel ini cuma bakal jadi bahan tertawaan, tetapi mungkin ini sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis online yang masih seusia jagung. Ini kisah sebenarnya kisah nyata tapi seperti fiktif dalam artikel ini.... "bingung toooo piye kui maksude".

Awalnya tentu orang bakal terperangah kalo melihat biaya kirim sebuah kotak berisi "kripik tempe" yang fenomenal seberat 1,25  kg bisa dihitung seberat 3 kg,  "mikir-mikir" kata cak lontong. Trus cara menghitungnya gimana coba, bisa bangkrut kalo begini caranya. Masak jualan gak untung malah rugi, masih resiko "remuk" lagi.

Itu sedikit cerita yang mungkin bisa dijadiin pelajaran buat para pembaca semua, so gak bakalan ngalami kejadian yang kayak gitu. Sok... aja lagi!!!! Biar gak pusing baca artikelnya langsung aja kita ke "TKP" penghitungan paket berdasarkan volume. Begini rumus/pakem yang biasanya digunain oleh para pengusaha pengiriman barang "mohon dikoreksi jika salah ya gan...!"

Misal:
Ada paket terbungkus dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 20 cm. Dengan asumsi beratnya terlalu ringan tetapi memakan tempat yang luas maka paket itu akan dihitung dengan harga berdasarkan Volumenya.
= (panjang x lebar x tinggi) : 6.000
= (50 x 40 x 20) : 6.000
= 40.000 : 6.000
= 6,67 dibulatkan menjadi 7

sehingga kalo tarif ongkos kirim per kg = 12.000, maka biaya kirim paket tersebut 7 x 12.000 = 84.000.

Semoga saja rekan-rekan faham dengan penjelasan di atas, jika tidak faham berdoa aja sama Alloh untuk diberi kemudahan dalam memahaminya, makasih..... maaf cuma bercanda

Pengunjung Blog